Jofipay- Harga minyak dunia pada perdagangan awal pekan ini terpatau bergerak naik,
setelah mengalami penurunan selama tiga hari beruntun.
Harga minyak mendapat sentimen positif dari terjadinya badai diTeluk Meksiko.

Dikutip dari Bloomberg pukul 13:32 WIB untuk harga minyak WTI kontrak bulan Juli 2021 naik 0.77% atau 0.49 poin menjadi US$ 64,07/barel, sedangkan untuk minyak Brent kontrak bulan Juli 2021 naik 0.80% atau 0.53 poin menjadi US$ 66,91/barel.

Kendati begitu, harga minyak Brent secara mingguan turun 3,3 persen. Begitu juga dengan WTI, harganya turun 2,7 persen.

Dari sisi permintaan, harga minyak mentah terbantu oleh relaksasi aktivitas ekonomi di negara-negara Barat terutama Paman Sam yang secara agresif melakukan vaksinasi sehingga bisa melonggarkan pengetatan.

Peningkatan aktivitas mengemudi berarti lebih banyak konsumsi bahan bakar. Volume bensin yang dipasok ke pasar domestik yang merupakan indikator untuk konsumsi, turun hanya 4% menjadi 8,9 juta barel per hari dalam empat minggu terakhir hingga 14 Mei lalu dibandingkan dengan rata-rata lima tahun sebelum pandemi sebesar 9,3 juta barel per har (bph).

Analis senior Price Futures Group Phil Flynn mengatakan "Badai awal ini mendorong pedagang untuk membeli minyak mentah menjelang akhir pekan untuk mengantisipasi potensi penutupan produksi."

Namun, menurutnya, kenaikan harga minyak agak terbatas karena Iran diperkirakan akan menambah produksi sekitar lebih dari 1 juta barel pada akhir musim panas ini. Selain itu, Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan Amerika Serikat siap untuk mencabut sanksi pada sektor minyak, perbankan, dan pengiriman bagi negaranya.